Instagramable, Hotel Monopoly Jadi Favorit Banyak Orang!

Nggak ada perihal yang lebih mengasyikkan untuk dikerjakan kala long weekend selain liburan. Karena kami nggak mempunyai banyak kala untuk ke luar kota, and budget pas-pasan, dan suami nggak mampu cuti — pilihanpun jatuh pada: staycation. Kalau kemarin kita sudah membahas hotel paling dingin yaitu Hotel de Glace, kali ini kita balik ke tanah air. Long weekend lalu, saya menggunakan 2 malam di salah satu hotel yang sedang “in” di Instagram, yaitu, Hotel Monopoli Kemang. Tempatnya nggak jauh berasal dari tempat tinggal kami dan dikelilingi banyak tempat seru cukup cuma dengan berjalan kaki. Maklum, staycation kali ini kami sedang ride-less (alias nggak bawa mobil). Staycation-pun menjadi terlalu memiliki kwalitas gara-gara beberapa besar kala kami dihabiskan di kamar.

Review Hotel Monopoly Di Kemang

Hotel Monopoli adalah milik Syah Establishments. Mereka lebih pernah dikenal dengan brand-brand, seperti: Sofia, The Gunawarman, Lucy in The Sky, Bau-Haus, dan Brown Feather Bali. Konsep hotelnya menarik, pas membuat muda-mudi yang vibrant — meleburkan desain bangunan klasik dengan type moderen retro yang instagramable (I know, I hate this word too). Hotel Monopoli adalah kolaborasi yang pas pada emelen seni, gambling seperti sbobet login, life style dan fashion.

Pengunjung puas banget kombinasi tone warna yang cerah terhadap tembok, pemanfaatan vinyl coklat tua terhadap lantai, dan keramik hijau terhadap kamar mandinya. Such a segar and warm feeling. Furniture (sofa dan meja makan) dan fabric (pada rug dan bed-sheet) are also well picked.

Kolaborasi — Hotel Monopoli mengajak beberapa individu untuk bekerjasama didalam mengimbuhkan sentuhan seni terhadap elemen-elemen hotelnya, misalnya: aksen terhadap bed cover dibuat oleh Svas Living, sabun dan shampo di kamar mandi disajikan oleh Goodvibes Organic, foto terhadap tembok dinding adalah karya Julian Latif dan Leandro Quintero, dan lain-lain.

Banyak tempat makan sedap dan terjangkau yang cukup dikunjungi dengan berlangsung kaki saja berasal dari hotel Monopoly. Salah satu keistimewaan Hotel Monopoli adalah The Bloom Restaurant. Selain tempatnya yang terang dan kopinya yang enak, The Bloom di pagi dan sore hari somehow ngebawa kami terbang ke keadaan sunset di Bali. Dengan jendela kaca tinggi yang dibuka lebar, membuat The Bloom tempat yang mengasyikkan untuk menggunakan sarapan atau ngopi sore.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *